
GenPI.co - Gubernur Bali I Wayan Koster mengungkapkan alasannya tidak ikut retret kepala daerah bersama delapan bupati/wali kota se-Bali di Akmil, Magelang.
Wayan Koster mengatakan dirinya tidak ikut karena situasi internal PDIP yang sedang prihatin dengan adanya penahanan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto oleh KPK.
“Instruksi kan karena kami sedang prihatin. Ada situasi uyang kurang mengenakkan,” katanya dikutip dari Antara, Kamis (27/2).
BACA JUGA: Tak di Magelang, Retret Kepala Daerah Gelombang Kedua Bisa di Jakarta
Dalam surat instruksi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyebut meminta kepala daerah terpilih menunda retret sampai ada arahan selanjutnya.
Koster menyebut tidak salah jika pihaknya berempati dan menunjukkan solidaritas atas adanya peristiwa (penahanan Hasto) itu.
BACA JUGA: Megawati Beri Lampu Hijau, Kepala Daerah PDIP Bisa Ikuti Retret Angkatan Kedua
“Bukannya kami melawan. Kami didorong untuk ikut retret. Hanya situasinya kemarin kurang kondusif,” tuturnya.
Ketua DPD PDIP Bali itu mengaku kegiatan retret merupakan agenda penting. Karena bisa membangun suasana kebersamaan kepala daerah.
BACA JUGA: PDIP Luruskan Isu, Megawati Tak Larang Kepala Daerah Ikut Retret di Akmil Magelang
Dia mengungkapkan tidak ada permasalahan dengan pemerintah pusat meski tak ikut gelombang pertama. Toh, juga masih ada gelombang kedua.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News