
GenPI.co - Petugas terus berusaha menemukan korban selamat dari gempa bumi besar di Myanmar, yang telah menewaskan 1.644 orang dan melukai ribuan lainnya, Sabtu (29/3).
Dilansir The Guardian, dengan perlengkapan terbatas, tim bergegas menyelamatkan korban dari puing-puing bangunan yang runtuh akibat gempa berkekuatan 7,7 skala Richter itu.
Ada momen bahagia ketika seorang wanita berusia 30 tahun berhasil diselamatkan setelah lebih dari 30 jam terjebak di bawah reruntuhan gedung apartemen di Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar.
BACA JUGA: Myanmar dan Thailand Diguncang Gempa Dahsyat, Paus Fransiskus Panjatkan Doa
Phyu Lay Khaing, yang diselamatkan dari Sky Villa Condominium, dipeluk suaminya dan dibawa ke rumah sakit.
Namun, lebih dari 90 orang dikhawatirkan masih terjebak di sana.
BACA JUGA: Gunung Ruang Alami Gempa Vulkanik 22 Kali, Ini Kondisinya
Kepala Junta Myanmar Min Aung Hlaing mengeluarkan permohonan untuk bantuan internasional dan mengumumkan keadaan darurat.
Bantuan pun mulai berdatangan ke Myanmar.
BACA JUGA: Dihadiri Ribuan Orang, Kampanye Jeffry-Abdul Gemparkan Kota Ambon
Rusia dan China, dua sekutu utama Junta, mengirim tim penyelamat dan perlengkapan.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News