
GenPI.co - Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengatakan Sudan Selatan berada di ambang perang saudara, Selasa (25/3).
Dilansir AP News, utusan dari PBB Nicholas Haysom menyesalkan pemerintah yang menunda upaya perdamaian terbaru.
Haysom menyebut situasi yang terjadi di negara itu mengerikan.
BACA JUGA: China Siapkan Taktik Baru untuk Hadapi Perang Dagang dengan AS
Dia mengatakan upaya internasional untuk menengahi solusi damai hanya berhasil jika Presiden Salva Kiir dan Wakil Presiden Riek Machar bersedia terlibat.
"Mereka harus mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan diri sendiri," kata Haysom.
BACA JUGA: Bank Dunia: Butuh USD 11 Miliar untuk Pembangunan di Lebanon Seusai Perang
Ada harapan besar ketika Sudan Selatan yang kaya minyak memperoleh kemerdekaan dari Sudan pada 2011 setelah konflik yang panjang.
Namun, negara itu terjerumus dalam perang saudara pada Desember 2013 yang sebagian besar disebabkan perpecahan etnis.
BACA JUGA: Tutup Kedutaan Besar di Sudan Selatan, Jerman Singgung Perang Saudara
Lebih dari 400.000 orang tewas dalam perang tersebut.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News