
GenPI.co - Kejagung menyita sejumlah dokumen dalam penggeledahan di PT Orbit Terminal Merak (OTM) terkait kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang.
Perusahaan yang berlokasi di Cilegon, Banten tersebut diduga menjadi tempat blending bahan bakar minyak (BBM).
Kapuspenkum Kejagung Harli Siregar mengatakan ada sejumlah barang bukti yang disita dalam penggeledahan itu.
BACA JUGA: Kejagung Sebut Kerugian Negara Rp193,7 Triliun Kasus Minyak Mentah Hanya 1 Tahun, Berapa Jika 5 Tahun?
“Ada setidaknya 95 bundel dokumen terkait berbagai administrasi persuratan dan kontrak yang disita,” katanya dikutip dari Antara, Jumat (28/2).
Kemudian juga barang bukti elektronik berupa dua unit ponsel yang nantinya akan dianalisis untuk mengetahui keterkaitan dengan kasus itu.
BACA JUGA: Kejagung Bongkar Peran 2 Tersangka Baru Kasus Minyak Mentah Pertamina, Mulai dari Mark Up hingga Blending BBM Ilegal
Harli mengungkapkan perusahaan itu milik dua tersangka perkara ini. Mereka yakni Muhammad Kerry Andrianto Riza (MKAR) dan Gading Ramadhan Joedo (GRJ).
MKAR merupakan beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa. Sedangkan GRJ adalah Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak.
BACA JUGA: Kasus Korupsi Minyak Pertamina Kian Panas! Dua Pejabat Baru Dijerat Hukum
Dia menyampaikan penyidik saat ini masih mendalami peran PT OTM selaku pihak terminal atau storage yang menampung minyak hasil impor.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News