GenPI.co - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan merebut Greenland dari Denmark demi mencegah negara otonom itu jatuh ke tangan China.
Namun, pernyataan Trump tersebut dinilai berlebihan.
Kehadiran militer Beijing di wilayah Arktik masih sangat terbatas dan jauh dari ancaman signifikan.
BACA JUGA: Taiwan Terima Senjata Canggih AS, China Bereaksi Keras
"Greenland tidak dipenuhi kapal China dan Rusia. Itu omong kosong," kata pengamat dari Institut Studi Pertahanan Norwegia Paal Sigurd Hilde, dilansir AFP, Kamis (16/1).
Memang, aktivitas China di Arktik meningkat, terutama melalui kerja sama dengan Rusia sejak invasi Ukraina pada 2022.
BACA JUGA: China Setop Ekspor Strategis, Jepang Bereaksi Keras
Misalnya, patroli gabungan, operasi penjaga pantai, dan penggunaan kapal pemecah es serta satelit untuk penelitian ilmiah.
China juga meluncurkan Jalur Sutra Kutub pada 2018 sebagai cabang dari inisiatif Sabuk dan Jalan, bertujuan menjadi "kekuatan besar kutub" pada 2030.
BACA JUGA: Isu Taiwan Picu Amarah China, Eksekutif dan Perusahaan Amerika Serikat Disanksi
Meski berinvestasi di stasiun penelitian, sumber daya Rusia, dan jalur transportasi Eropa, langkah China di Greenland masih terbatas.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































