GenPI.co - Saya berpisah lagi dengan istri: di Makkah. Hampir selalu begitu. Setelah menemani ibadah umrah saya harus pergi ke negara lain.
Kali ini ke negara yang dekat tapi belum pernah saya kunjungi: Yaman. Tetangga selatan Saudi Arabia.
Saya berpesan kepada anggota rombongan yang akan meneruskan menemani istri. Terutama mengenai sakitnyi. Apa yang harus diperbuat kalau penyakit itu datang padanyi.
BACA JUGA: Catatan Dahlan Iskan: Imron Djatmika
Mereka masih beberapa hari lagi di Makkah. Mereka tidak panik. Terutama kalau melihat istri saya sedang menggigil hebat. Biasanya pukul empat atau lima sore.
Itu tidak ada hubungannya dengan operasi lutut. Mungkin perasaan istri mengatakan masih ada hubungannya. Tapi saya yakinkan bahwa sakit akibat operasi lututnyi sudah sembuh.
BACA JUGA: Catatan Dahlan Iskan: FDI Purbaya
Memang selama di Makkah dan di Madinah, dia tetap pilih pakai kursi roda. Tapi itu lebih karena agar tidak kelelahan.
--
BACA JUGA: Catatan Dahlan Iskan: Guinness Patrick
Tentu ada konsekuensinya. Pakai kursi roda di saat tawaf –ritual mengelilingi Kakbah tujuh kali– ada tempatnya tersendiri. Tidak bisa di dekat Kakbah. Harus di lantai dua Masjid Al Haram.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































