GenPI.co - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Thomas Djiwandono ingin memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter di level likuiditas dan suku bunga.
Hal ini demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Thomas yang terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia menyebut hal ini berbeda dibandingkan yang sudah dilakukan sebelumnya oleh kedua otoritas.
BACA JUGA: Perkuat Ekonomi Jawa Barat, Bank Indonesia dan ISEI Satukan Langkah Strategis
“Hal yang saya ingin cetuskan adalah sinergi fiskal moneter, khususnya di level likuiditas dan suku bunga. Ini fundamentally berbeda dengan apa yang dilakukan saat pandemi,” kata Thomas, dikutip Selasa (27/1).
Thomas menyebut Indonesia berupaya mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
BACA JUGA: Dasco Sebut Prabowo Subianto Tak Usulkan Thomas Djiwandono Soal Bank Indonesia
Maka dari itu, dia menilai perlu sinergi fiskal-moneter yang berbeda dibandingkan masa pandemi.
Thomas menegaskan tugas pengelolaan likuiditas bank sentral tidak hanya terkait dengan kebijakan moneter, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi.
BACA JUGA: Gerindra Pastikan Thomas Djiwandono Mundur Untuk Syarat Terkait Bank Indonesia
Hal ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK),
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































