GenPI.co - Puluhan merek mobil baru, mulai dari Forthing hingga Skyworth, diperkirakan akan mendorong pertumbuhan pasar otomotif Australia dalam beberapa tahun ke depan.
Namun, lonjakan jumlah produsen ini juga memunculkan pertanyaan besar, seberapa kuat pasar Australia mampu menampung begitu banyak merek?
Dalam laporan Asosiasi Dealer Otomotif Australia (Australian Automotive Dealer Association/AADA), jumlah merek kendaraan yang beroperasi di Australia diperkirakan mencapai 67 pada 2026 dan berpotensi melampaui 75 pada 2031.
BACA JUGA: Jalan KKA Aceh Utara–Bener Meriah Bisa Dilalui Mobil, Distribusi Logistik Dikebut
Prediksi ini muncul setelah satu tahun pertumbuhan stabil penjualan kendaraan hibrida, hibrida plug-in, dan kendaraan listrik (EV) di Australia.
Pertumbuhan tersebut didorong merek-merek baru, khususnya dari China, seperti BYD, Geely, dan Xpeng.
BACA JUGA: Dituduh Gadaikan BPKB Mobil Anak, Inara Rusli Sebut Tudingan Virgoun Tidak Berdasar
Kepala Eksekutif AADA James Voortman mengatakan 8 produsen kendaraan telah mengumumkan rencana peluncuran produk di Australia.
Menurut dia, merek-merek baru melihat Australia sebagai pasar dengan kebijakan yang sangat menarik untuk pasokan kendaraan listrik.
BACA JUGA: Liburan Keluarga Fiersa Besari Gagal, Istri Malah Ditabrak Mobil di Gambir
"Mereka bisa menguji produk dengan investasi awal yang relatif rendah," ujar Voortman, dilansir Australian Associated Press, Kamis (15/1).
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































