GenPI.co - Pengamat politik Adi Prayitno merespons sikap politik PDIP yang memilih menjadi partai penyeimbang di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Adi Prayitno menilai ada dua hal yang menjadi target PDIP. Pertama, yakni ingin menjaga hubungan baik dengan Presiden Prabowo Subianto.
Kedua, PDIP sedang merawat basis konstituennya. Sebab, rata-rata para pendukungnya adalah kelompok kritis dan ingin di luar kekuasaan pemerintahan.
BACA JUGA: Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono Diduga Terima Dana Suap Proyek Bekasi
“Dua hal itu, sepertinya yang ingin ditargetkan PDIP melalui sikap politiknya menjadi partai penyeimbang,” katanya dikutip dari YouTube pribadinya, Sabtu (17/1).
Dia pun menyinggung pernyataan politik dari politisi muda PDIP Aryo Seno Bagaskoro yang mengungkap alasan partainya menjadi penyeimbang.
BACA JUGA: Politikus PDIP Sebut Komnas HAM Terkesan Bungkam Soal Kasus Aurelie
Adi mengungkapkan Aryo Seno menyebut PDIP ingin mendukung penuh apa yang menjadi program positif pemerintah.
Tetapi, PDIP pada saat yang sama akan punya sikap kritis dan bisa berhadap-hadapan dengan pemerintah, ketika kebijakan politik bertentangan dengan hati nurani rakyat.
BACA JUGA: PDIP Disebut Ogah Ladeni PSI yang Ingin Menjadikan Jateng Kandang Gajah
“PDIP pada satu sisi, ingin merawat hubungan politik dengan Prabowo dan pada waktu yang sama ingin menjaga basis konstituennya,” ucapnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































