Kendal – Komitmen untuk terus menghadirkan inovasi dalam program pembinaan kemandirian terus diwujudkan oleh Lapas Terbuka Kendal. Salah satu inovasi terbaru yang dikembangkan adalah budidaya belut rawa sebagai bagian dari penguatan program ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian warga binaan, Kamis (30/07/2026).
Budidaya belut tersebut memanfaatkan sembilan kolam budidaya yang telah dipersiapkan secara khusus. Sebanyak 60 kilogram bibit belut rawa ditebar sebagai langkah awal pengembangan komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta prospek pasar yang menjanjikan.

Program budidaya belut menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang dirancang agar warga binaan memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang budidaya belut. Melalui keterlibatan langsung dalam setiap tahapan, mulai dari persiapan kolam, penebaran bibit, perawatan hingga panen, warga binaan diharapkan memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Kalapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengoptimalkan potensi Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang dimiliki Lapas Terbuka Kendal. Selain menjadi media pembinaan, budidaya belut juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap penguatan program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah.
"Kami terus mendorong lahirnya berbagai inovasi pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Budidaya belut rawa ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memberikan keterampilan baru kepada warga binaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional, " ujar Nu’man Fauzi.
Sementara itu, Kasubsi Kegiatan Kerja, Murwoto, menjelaskan bahwa belut rawa dipilih karena memiliki daya adaptasi yang baik, perawatan yang relatif mudah, serta nilai jual yang cukup tinggi sehingga sangat potensial untuk dikembangkan sebagai unit usaha pembinaan.
"Saat ini kami memulai budidaya di sembilan kolam dengan total 60 kilogram bibit belut rawa. Ke depan, budidaya ini akan terus kami evaluasi dan kembangkan agar hasilnya semakin optimal. Selain menghasilkan komoditas yang bernilai ekonomi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran yang efektif bagi warga binaan dalam menguasai teknik budidaya belut secara baik dan benar, " jelas Murwoto.
Melalui berbagai inovasi pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan, Lapas Terbuka Kendal berkomitmen menciptakan program pembinaan yang adaptif, produktif, dan berdampak nyata. Tidak hanya mendukung ketahanan pangan, program ini juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan warga binaan agar memiliki kompetensi, kemandirian, dan peluang usaha yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat.
(Humas LPT Kendal)

























