Kendal – Lapas Terbuka Kendal terus berinovasi dalam mengembangkan program ketahanan pangan melalui pengolahan hasil pertanian secara mandiri. Hasil panen jagung kini tidak hanya dipasarkan dalam bentuk hasil panen mentah, tetapi juga diolah lebih lanjut untuk meningkatkan nilai manfaat dan mendukung kebutuhan pakan ternak di lingkungan Lapas Terbuka Kendal, Senin (31/8/2026).
Proses pengolahan jagung dilakukan secara bertahap, mulai dari pemipilan, pengeringan, hingga penepungan menggunakan mesin penepung jagung. Melalui fasilitas tersebut, jagung hasil panen dapat diolah menjadi tepung jagung yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai salah satu bahan baku pembuatan pakan fermentasi untuk ayam KUB.

Dalam proses pembuatan pakan fermentasi, tepung jagung dipadukan dengan berbagai bahan baku lainnya, seperti dedak padi, azolla, dan ampas tahu. Pemanfaatan bahan-bahan tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Terbuka Kendal dalam membangun sistem peternakan yang lebih mandiri, efisien, serta terintegrasi dengan program pertanian yang dijalankan.

Kalapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, menyampaikan bahwa inovasi pengolahan hasil panen secara mandiri merupakan langkah nyata dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Menurutnya, setiap hasil dari program pertanian harus dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pengembangan program kemandirian dan ketahanan pangan.
“Pengolahan jagung secara mandiri ini merupakan bentuk inovasi yang terus kami kembangkan. Kami tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga bagaimana hasil tersebut dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki manfaat lebih besar. Dengan sistem seperti ini, pertanian dan peternakan dapat saling mendukung dalam satu ekosistem yang terintegrasi, ” ujar Nu’man Fauzi.
Sementara itu, Penanggung Jawab Kegiatan, Ayom Winahyu, menyatakan bahwa keberadaan fasilitas penepungan jagung secara mandiri memberikan manfaat besar dalam mendukung kebutuhan pakan ternak di Lapas Terbuka Kendal.
“Dengan adanya proses penepungan jagung secara mandiri, kami sekarang tidak perlu lagi membeli tepung jagung dari luar. Jagung hasil panen dapat langsung kami olah sendiri menjadi tepung dan digunakan sebagai bahan pakan fermentasi untuk ayam KUB. Ini tentu membuat proses produksi pakan menjadi lebih mandiri dan efisien, ” ungkap Ayom.
Melalui inovasi tersebut, Lapas Terbuka Kendal terus mengoptimalkan hasil pertanian dan peternakan melalui pola pengelolaan yang terintegrasi. Selain meningkatkan nilai tambah hasil panen, pengolahan jagung secara mandiri juga menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku dari luar serta memperkuat kemandirian program ketahanan pangan.
(Humas LPT Kendal)






























