GenPI.co - Wakil Ketua Komisi VII DPR Lamhot Sinaga merespons kebijakan penghentian impor BBM jenis solar, sebagaimana yang disebut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Politikus Partai Golkar itu mengatakan untuk kedaulatan energi, sekaligus mendorong pengembangan green industry nasional yang berkelanjutan.
Dia menilai langkah itu membuka peluang transformasi industri, menuju rendah emisi dan memperkuat daya saing produk domestic pada pasar global.
BACA JUGA: Legislator DKI Jakarta Tolak Pilkada Melalui DPRD, Disebut Merampok Hak Rakyat
“Kebijakan ini, menjadi momentum penting dalam kemandirian energi. Komisi VII sepakat, ini urusan masa depan industri nasional,” katanya dikutip dari Antara, Sabtu (17/1).
Politikus asal Sumatera Utara itu menyampaikan kebijakan tersebut mempercepat integrasi energi bersih dan efisien pada sektor indutri.
BACA JUGA: Wacana Pilkada Melalui DPRD, Efisiensi Tak Bisa Dijadikan Alasan Utama
Kemudian, memperluas pemakaian teknologi rendah karbon, meningkatkan efisiensi energi, serta mendorong penggunaan bahan bakar domestik.
“Maka dari itu, industri yang masih memakai solar, sebaiknya segera bertransformasi memakai energi yang ramah lingkungan,” ujarnya.
BACA JUGA: DPR Soroti Siswa Keroyok Guru, Disebut Jadi Peringatan Keras Negara
Kebijakan ini, didorong adanya pengoperasian proyek besar Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan milik PT Pertamina (Persero).
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































