GenPI.co - Timnas Senegal melontarkan keluhan serius jelang partai final Piala Afrika 2025 melawan tuan rumah Maroko.
Skuad berjuluk Singa Teranga itu menilai adanya perlakuan yang tidak adil dan berpotensi melanggar prinsip fair play oleh Maroko.
Senegal akan melawan Maroko pada babak final Piala Afrika 2025 di Stade Prince Moulay Abdallah, Rabat, Senin (19/1) pukul 02.00 WIB.
BACA JUGA: Maroko dan Senegal Lolos ke Semifinal Piala Afrika 2025
Jelang laga tersebut, Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) secara resmi mengajukan surat protes kepada Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) pada Sabtu (17/1).
Pada surat protes tersebut, FSF menyoroti empat aspek utama, yakni masalah keamanan, akomodasi hotel, fasilitas latihan, serta alokasi tiket bagi pendukung Senegal.
BACA JUGA: Beda Nasib Senegal dan Polandia di Piala Dunia U-17 2023
Masalah keamanan menjadi sorotan utama. Sadio Mane dan rekan-rekannya bertolak dari Tangier menuju Rabat menggunakan kereta seusai semifinal kontra Mesir.
Namun, setibanya di Rabat, rombongan Senegal mengaku tidak mendapatkan pengawalan memadai sehingga harus melewati kerumunan besar yang dinilai membahayakan keselamatan tim.
BACA JUGA: Senegal dan Mali Lolos ke Perempat Final Piala Afrika 2025
"Kondisi ini membuat pemain dan staf teknis terpapar risiko yang tidak sejalan dengan standar penyelenggaraan final kompetisi kontinental," tulis pernyataan resmi FSF dilansir dari ESPN, Minggu (18/1).
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































