GenPI.co - Dalam memoar Broken Strings, aktris Aurelie Moeremans membuka luka masa remajanya dan membahas pengalaman terkait grooming.
Saat berusia 15 tahun, Aurelie menghadapi tekanan psikologis dan emosional yang datang dari lingkaran terdekatnya.
Dilansir Psychology Today, meski istilah ini sering digunakan, para peneliti dan klinisi masih kesulitan mencapai kesepakatan tentang apa sebenarnya grooming serta bagaimana cara mengidentifikasinya secara konsisten.
BACA JUGA: Cinta Laura Meditasi di Thailand, Tren Wisata Kesehatan yang Wajib Dicoba
Secara umum, grooming merujuk pada pola perilaku pelaku kejahatan seksual untuk mempersiapkan anak agar lebih mudah dimanipulasi.
Perilaku ini juga bisa membuat korban merahasiakan interaksi tersebut dan mempersiapkan lingkungan sosial agar pelaku lebih mudah mengakses korban tanpa terdeteksi.
BACA JUGA: Tips Menjaga Kesehatan Otak, Tulis Jurnal Singkat
Penelitian menunjukkan bahwa pelaku menargetkan anak-anak yang rentan, memberi mereka hadiah, dan terlibat dalam percakapan seksual untuk membuat mereka tidak peka terhadap pelecehan di masa depan.
Namun, tidak setiap pemberian hadiah pada anak menandakan perilaku predator.
BACA JUGA: Kooperatif dan Kesehatan Terganggu, Nadiem Dimohonkan Jadi Tahanan Kota
Pendidikan seksual yang tepat dan perhatian terhadap anak justru merupakan tindakan positif.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































