GenPI.co - Aktris cantik Aurelie Moeremans membagikan kisah kelamnya sebagai korban child grooming dalam memoar Broken Strings.
Dia mengungkapkan tekanan psikologis yang dirasakannya setelah mengalami pelecehan.
Studi menemukan bahwa perilaku tertentu lebih mudah dikenali sebagai pelecehan seperti membiarkan anak duduk di pangkuan orang dewasa atau membawa anak ke kamar mandi sendirian.
BACA JUGA: Ngeri! Anak SD Terseret Motor Pencuri di Medan saat Cegah HP Dicuri
Namun, strategi lain seperti memilih korban yang rentan atau yang sangat ramah dan patuh, sering sulit terdeteksi.
Selain itu, karena kesadaran masyarakat terhadap pelecehan masih relatif baru, banyak orang belum memiliki pengetahuan cukup untuk mengenali perilaku yang berbahaya.
BACA JUGA: Denada Dituduh Telantarkan Anak, Manajemen: Situasi Tidak Mudah
Untuk mengatasi keterbatasan ini, kelompok penelitian mengembangkan Model Pelecehan Seksual (Sexual Grooming Model/SGM).
Model ini merupakan upaya pertama yang tervalidasi untuk memahami strategi pelecehan secara sistematis dan mengidentifikasi taktik yang bisa dikenali sebelum pelecehan terjadi.
BACA JUGA: Tips Agar Anak Tidak Bosan Makanan di Rumah, Sajikan Variasi Menu
Dilansir Psychology Today, berdasarkan penilaian dari 18 ahli, SGM mencakup lima tahapan. Apa saja?
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































