GenPI.co - Tuntutan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengambil alih Greenland telah menempatkan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di situasi yang tidak nyaman.
Greenland, wilayah otonom Denmark, berada dalam lingkup negara anggota aliansi NATO.
Strategi Rutte sejauh ini tampak sederhana, tetapi penuh perhitungan.
BACA JUGA: Trump Sebut China Ingin Kuasai Greenland, Pengamat: Omong Kosong
Dia berbicara seirit mungkin dan berusaha mengalihkan pembicaraan.
Rutte berupaya keras menjaga agar NATO tidak terseret langsung ke dalam konflik.
BACA JUGA: Setahun Berkuasa, Trump Menghancurkan Tatanan Dunia
Alih-alih menanggapi tuntutan Trump secara terbuka, Rutte memilih menekankan pentingnya kerja sama kolektif untuk memperkuat keamanan di kawasan Arktik.
Di kalangan diplomat, pendekatan Rutte yang low profile ini dipahami sebagai strategi untuk menjaga keseimbangan yang rapuh.
BACA JUGA: Iran Memanas, Khamenei Tuduh Trump Dalang Kerusuhan Berdarah
Mantan pejabat senior NATO Jamie Shea menilai sangat sulit bagi Rutte untuk memimpin di situasi seperti ini.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































