GenPI.co - Seorang nenek bernama Saudah asal Nagari Padang Mantinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat, menjadi korban penganiayaan terkait kasus tambang emas ilegal di dekat rumahnya.
Peristiwa penganiayaan terhadap nenek Saudah ini terjadi pada Kamis (1/1) malam.
Warga menemukan korban dalam kondisi luka lebam di wajah dan kedua matanya membiru karena kekerasan.
BACA JUGA: 268 Warga Pasaman Barat Masih Mengungsi Akibat Rumah Hanyut dan Rusak
Kini nenek Saudah menjalani perawatan medis akibat luka yang dialaminya.
Saudah mengaku dirinya tidak berniat melarang aktivitas tambang emas ilegal di lokasi tersebut.
BACA JUGA: Pencarian Korban Longsor Pasaman Barat Berakhir, 3 Masih Hilang
Dia hanya meminta para penambang menghentikan aktivitasnya pada siang hari.
Ketika itu Saudah menyorotkan senter ke arah beberapa orang di lokasi.
BACA JUGA: PSU Pilkada Pasaman Diulang di 1 TPS, Diduga Muncul Pelanggaran
Namun, dia tiba-tiba dilempari batu, dipukuli, lalu diseret hingga ke semak-semak.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































