GenPI.co - Mendagri Tito Karnavian menyarankan daerah terdampak longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tidak dijadikan permukiman lagi.
Tito Karnavian mengatakan kondisi alam di Cisarua, mempunyai tingkat kerawanan tinggi. Sebab, curah hujan tinggi dan struktur tanahnya gembur.
“Struktur tanah di sini gembur. Subur untuk tanaman. Namun, tidak kokoh dan rawan,” katanya dikutip dari Antara, Senin (26/1).
BACA JUGA: 80 Korban Longsor Cisarua Masih Dicari, Terkendala Cuaca Buruk
Dia mengungkapkan di kawasan Cisarua, beru[a perbukitan yang padat permukiman. Kemudian, berkurangnya tanaman pelindung berakar kuat.
“Tanaman pelindung yang akarnya menancap ke dalam, sudah banyak diganti menjadi hortikultura dan sayuran,” ujarnya.
BACA JUGA: Dedi Mulyadi Beri Rp10 Juta per KK Korban Longsor Cisarua: Buat Ngontrak
Tito menyarankan daerah terdampak longsor, tidak dijadikan permukiman ke depannya. Kemudian, dilakuakn relokasi dan rehabilitasi.
“Perlu direhabilitasi, direboisasi. Jadi, ditanam tanaman dengan akar keras. Tujuannya, supaya stuktur tanah menguat kembali,” tuturnya.
BACA JUGA: 23 Prajurit TNI Diduga Hilang dalam Longsor Cisarua, Cuaca Buruk Hambat Pencarian
Sementara, Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian mengatakan total ada 25 kantong jenazah yang diserahkan ke DVI Polri, per Minggu (25/1) sore.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































