GenPI.co - Bumi kembali mencatat rekor suhu ekstrem pada 2025, menjadikannya tahun terpanas ketiga dalam sejarah modern.
Data dari Layanan Perubahan Iklim Copernicus milik Uni Eropa dan lembaga riset nirlaba Berkeley Earth menunjukkan bahwa 11 tahun terakhir merupakan rangkaian tahun terpanas yang pernah dicatat manusia.
Dalam daftar tersebut, 2024 menempati posisi teratas sebagai tahun terpanas, disusul 2023 di posisi kedua, sementara 2025 berada di posisi ketiga.
BACA JUGA: Investasi Jumbo Inggris untuk Riset, Solusi AI dan Perubahan Iklim di Garis Depan
Dilansir AFP, Kamis (22/1), Copernicus menilai tren ini menandai perubahan besar dalam sistem iklim Bumi.
Bahkan, Berkeley Earth menyebut lonjakan pemanasan selama periode 2023 hingga 2025 sebagai sesuatu yang "sangat ekstrem" sekaligus menunjukkan adanya percepatan laju pemanasan global.
BACA JUGA: Iklim Ekstrem Ancam Hidup Warga, Jepang Diguncang Gugatan Hukum
Menurut Berkeley Earth, sekitar 770 juta orang di seluruh dunia mengalami suhu tahunan terpanas yang pernah tercatat di wilayah tempat tinggal mereka.
Tidak ada satu pun wilayah di dunia yang mencatat suhu tahunan terdingin sepanjang sejarah pada 2025.
BACA JUGA: Inggris Dilanda Panas Ekstrem dan Kekeringan Sepanjang 2025, Dampak Iklim Kian Nyata
Lebih mengkhawatirkan lagi, belum ada tanda-tanda penurunan suhu pada 2026.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































