GenPI.co - Warga di Kecamatan Marancar, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, tak hanya disibukkan dengan bersih-bersih lumpur setelah bencana, tetapi juga harus berusan dengan ular.
Binatang ini bermunculan tepatnya di Desa Simaninggir hingga Aek Malakkut saat warga membersihkan lumpur sesuai banjir dan longsor di Sumut.
Fenomena ini membuat warga yang biasa ke kebun kini lebih sering menoleh kiri-kanan sebelum berjalan.
BACA JUGA: Banjir dan Tanah Longsor Terjang Jembrana, Tabanan, dan Buleleng
Sekretaris Desa Simaninggir Alex Ritonga mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap anak-anak.
Dia menyebut pascabencana, kemunculan satwa liar terasa semakin sering.
BACA JUGA: 6 Perusahaan Digugat Rp4,8 Triliun, Dituding Biang Kerok Banjir Sumatra
Di lokasi longsor Aek Malakkut, warga dikejutkan dengan munculnya seekor ular piton berukuran besar.
Kemunculan piton tersebut cukup mengejutkan warga karena ular sebesar itu jarang terlihat di kawasan.
BACA JUGA: Ratusan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen, Akibat Banjir di Banten
Meski wilayah Marancar ini dikenal dikelilingi hutan dan lahan pertanian.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































