GenPI.co - Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti menyoroti retret Kabinet Merah Putih di kediaman Presiden Prabowo Subianto, Bogor, Selasa (6/1).
“Menurut hemat saya, substansi dan urgensinya kecil. Kalau tidak, disebut tidak ada,” katanya dikutip dari JPNN, Rabu (7/1).
Dia menyampaikan pelaksanaan retret perdana pun tidak menghasilkan suatu yang konkret, semisal kerja menteri gesit dan seirama.
BACA JUGA: OTT Bupati Lampung Tengah Jadi Peringatan, Retret Kepala Daerah Disinggung
Ray menilai kinerja menteri kabinet seusai retret perdana malah lambat, tidak fokus, serta berbeda pangan dengan Presiden Prabowo Subianto.
Dia mengungkapkan kinerja menteri yang lambat dan tidak fokus terlihat dalam beberapa kasus. Kemudian, semakin ditunjukkan saat menghadapi bencana Sumatra.
BACA JUGA: Waktu Makan Hanya 2 Lagu Putar saat Retret, Bikin Banyak Kepala Daerah Kaget
“Reaksi menteri lambat. Kemudian, masih cari kesempatan untuk pencitraan, beda pandangan, dan lainnya,” ujarnya.
Menurut aktivis prodemokrasi itu, pokok permasalahan bukan di agenda retret. Tetapi, cara Prabowo memaksimalkan kinerja para menterinya.
BACA JUGA: 6 Kepala Daerah Alasan Kesehatan, Absen di Retret Gelombang 2
“Jika presiden tidak fokus, tertutup, hanya bisa diakses sedikit orang, kebijakan cepat berubah, tujuan retret ini tetap sulit dicapai,” tuturnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































