GenPI.co - DeepSeek, perusahaan rintisan teknologi asal China yang disebut sebagai pesaing ChatGPT milik OpenAI, mulai mendapatkan tempat yang signifikan di berbagai negara berkembang.
Microsoft mencatat bahwa adopsi global alat kecerdasan buatan (AI) generatif telah mencapai 16,3 persen dari populasi dunia.
Laporan Microsoft juga menyoroti kesenjangan adopsi AI antara negara maju dengan negara berkembang justru makin dalam.
BACA JUGA: PNM Raih Penghargaan Global Microfinance & Female Empowerment Award
Adopsi AI di wilayah yang oleh Microsoft disebut sebagai "global utara" tumbuh hampir dua kali lebih cepat ketimbang wilayah "global selatan".
"Kami melihat adanya kesenjangan. Kami khawatir kesenjangan itu akan terus melebar," ujar Kepala Ilmuwan Data AI for Good Lab Microsoft Juan Lavista Ferres, dilansir AP News, Kamis (22/1).
BACA JUGA: Investasi Teknologi Terbesar Microsoft di Asia, India Jadi Pusat AI Masa Depan
Dia menyebut timnya menggunakan data telemetri anonim untuk memantau penggunaan perangkat AI secara global.
Menurut laporan tersebut, negara yang sejak awal dan secara konsisten berinvestasi dalam infrastruktur digital serta pengembangan AI kini memimpin dalam jumlah pengguna.
BACA JUGA: AI Jadi Alat Perang Baru, Microsoft Sebut AS Dikepung Serangan Siber Skala Besar
Sebut saja Uni Emirat Arab, Singapura, Prancis, dan Spanyol.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































