GenPI.co - Industri pertanian sedang menghadapi tekanan besar akibat perubahan iklim dan kekurangan tenaga kerja.
"Kita benar-benar membutuhkan lebih banyak teknologi ramah iklim," ujar CEO Enko Chem Jacqueline Heard, dilansir AP News, Minggu (18/1).
Heard menyebut pendekatan ini dikenal sebagai pertanian presisi.
BACA JUGA: Bahlil Lahadalia Sebut Strategi Pemenangan Pemilu 2029 Beda, Teknologi Harus Dipakai
Teknologi ramah iklim memungkinkan petani mengoptimalkan lahan, memperpanjang umur tanaman, meningkatkan kualitas hasil panen, dan mengurangi penggunaan bahan kimia.
"Ini baik untuk lingkungan dan tentu saja baik untuk para petani," ujarnya.
BACA JUGA: Jembatan Layang Lettu Karim Gandus Diresmikan Herman Deru, Teknologinya Modern
Heard memprediksi suatu hari nanti kecerdasan buatan (AI) bisa membantu petani memetakan jenis tanah dan menentukan tanaman yang paling cocok untuk setiap lahan.
"Perubahan iklim membuat beberapa tanaman menjadi kurang cocok untuk ditanam," katanya.
BACA JUGA: Minim Teknologi, Peringatan Dini Longsor Masih Andalkan Prakiraan Cuaca
Teknologi ramah lingkungan sangat terlihat di area pameran Consumer Electronics Show (CES) 2026.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































