GenPI.co - Ketika anak-anaknya yang diliputi ketakutan bertanya ke mana keluarga mereka bisa pergi untuk menghindari pemboman Israel yang terus berlangsung di Khan Yunis, Gaza selatan, Umm Ahmed tidak mampu memberikan jawaban apa pun.
Dilansir AFP, Minggu (4/1), ketidakpastian dan rasa takut menjadi bagian dari keseharian mereka.
Di desa kecil tempat mereka tinggal, serangan pesawat tanpa awak dan tembakan artileri Israel kembali menghancurkan ketenangan yang sempat dirasakan warga.
BACA JUGA: Gencatan Senjata di Gaza Tetap Rapuh, Negosiasi Lanjutan Mandek
Gencatan senjata yang sebagian besar bertahan sejak 10 Oktober kini terasa makin rapuh.
Warga setempat mengatakan serangan tersebut menyasar lingkungan di sebelah timur.
BACA JUGA: Koordinasi Tanpa Terobosan, Pusat Gencatan Senjata Gaza Dikritik
Militer Israel menyebut pasukannya ditempatkan di wilayah tersebut sesuai kerangka gencatan senjata.
Lebih dari dua tahun setelah serangan Hamas yang memicu perang besar, puluhan ribu warga Gaza masih hidup di tenda-tenda darurat atau rumah yang rusak parah di kawasan ini.
BACA JUGA: Laporan Global: 25 Negara Pemasok Minyak Disorot dalam Operasi Militer Israel di Gaza
Wilayah tersebut tetap berada di bawah kendali militer Israel, lengkap dengan pos-pos pemeriksaan yang membatasi pergerakan warga.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

















































