GenPI.co - Kemnaker mengungkap faktor meningkatnya angka korban pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 2025, yang mencapai 88.519 orang.
Dirjen PHI Jamsos Kemnaker Indah Angoro Putri mengatakan salah satu penyebabnya, yakni tensi geopolitik pada awal 2025.
“Ada tekanan juga dari ekspor-impor. Kondisi dunia pada semester I 2025 ada dinamika geopolitik yang tinggi, itu pengaruh ke ekspor,” katanya dikutip dari Antara, Kamis (22/1).
BACA JUGA: Pegawai Kemnaker Diduga Terima Uang THR dari Pemerasan TKA, KPK: Hampir Semua Dapat
Data Kemnaker untuk jumlah PHK periode Januari-Desember 2025 mencapai 88.519 orang. Jumlah ini meningkat lebih dari 10 ribu, dibanding 2024.
Sebanyak 88.519 orang korban PHK itu, merupakan pegawai yang masuk peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) BPJS Ketenagakerjaan.
BACA JUGA: Ruang Kabiro Humas Kemnaker Jadi Sasaran Geledah, Dokumen & Alat Elektronik Disita
Indah mengungkapkan sektor terbanyak yang melakukan PHK pada 2025, yakni industri manufaktur.
Dia menyampaikan masalah PHK harus jadi perhatian banyak pihak, dan kerja sama strategis para pemangku kepentingan.
BACA JUGA: Ahli dari BPK: Ada Temuan Rp 6,23 M pada Pengadaan Sistem Proteksi TKI di Kemnaker
“Mengatasi PHK, bukan hanya tugas Kementerian Ketenagakerjaan. Banyak faktor penyebabnya. Pasti ada koordinasi dan kolaborasi,” ujarnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































