Said Abdullah Soal Fraksi Gabungan, Disebut Menyulitkan dalam Praktik Politik

1 day ago 11
Said Abdullah Soal Fraksi Gabungan, Disebut Menyulitkan dalam Praktik Politik - GenPI.co
Ketua DPP PDIP Said Abdullah menilai sulit mewujudkan fraksi gabungan, seiring adanya usul penghapusan ambang batas parlemen empat persen. (Foto: ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

GenPI.co - Ketua DPP PDIP Said Abdullah menilai sulit mewujudkan fraksi gabungan, seiring adanya usul penghapusan ambang batas parlemen atau parlementary treshold (PT) empat persen.

“Usulan fraksi gabungan partai-partai kecil ini, bisa menyulitkan praktik politiknya,” katanya dikutip dari JPNN, Sabtu (31/1).

Ide penghapusaan ambang batas parlemen muncul, dengan menggunakan fraksi gabungan untuk partai kecil di DPR.

BACA JUGA:  Said Abdullah Soal Swadaya TNI Tangani Bencana, Menkeu Diharap Respons Cepat

Wacana tersebut, dimaksudkan untuk membuat suara jutaan pemilih terakomodasi partai di parlemen.

Said Abdullah menyampaikan fraksi gabungan ini, bisa membuat partai-partai kecil kawin paksa dengan ideologi dan watak parpol yang berbeda.

BACA JUGA:  Said Abdullah Prihatin, Konflik PBNU Dikabarkan Karena Tambang

Ketua Banggar DPR itu menilai fraksi gabungan hanya bisa diterapkan di negara dengan ciri homegen, sedangkan Indonesia adalah multikultural.

“Corak politik Indonesia, cenderung multikultural. Kondisi ini, bisa menghasilkan keputusan deadlock di internal fraksi gabungan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Jadi Ketua DPD, Said Abdullah Target Anggota PDIP Jatim 1,5 Juta Orang

Said Abdullah menyebut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) hanya membatalkan PT pada Pemilu 2024, dan tidak melarang ambang batas parlemen.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Read Entire Article
Kuliner | Cerita | | |