GenPI.co - Pasien stroke kini memiliki peluang untuk kembali berkomunikasi melalui sebuah kalung berbasis kecerdasan buatan (AI).
Dilansir PA Media, Minggu (8/2), para peneliti dari Universitas Cambridge mengembangkan perangkat bernama Revoice.
Revoice bisa menghilangkan kebutuhan akan implan otak invasif dan memungkinkan pasien berkomunikasi secara lebih alami.
BACA JUGA: Teknologi Otomotif Terus Melaju, dari Dasbor Pintar BMW hingga Kota Masa Depan Toyota
Revoice menggabungkan sensor dengan AI untuk menerjemahkan sinyal ucapan dan isyarat emosional pasien menjadi kata-kata serta kalimat yang utuh.
Tim peneliti berharap teknologi ini juga bisa membantu orang dengan kondisi lain seperti penyakit Parkinson dan neuron motorik (MND).
BACA JUGA: Raksasa Teknologi dan Startup Berebut AI Generatif di Perangkat Audio
Perangkat ini dikenakan seperti kalung yang lembut dan fleksibel.
Revoice menangkap detak jantung dan getaran kecil dari otot tenggorokan pasien.
BACA JUGA: Bill Gates Bawa Teknologi AI ke Afrika untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan
Sinyal-sinyal tersebut kemudian diterjemahkan dengan cepat menjadi kata-kata, bahkan mampu memprediksi kalimat yang ingin diucapkan pasien.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































