GenPI.co - Operasi modifikasi cuaca (OMC) di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar), dimulai untuk mengurangi potensi curah hujan di wilayah yang terkena bencana tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan OMC adalah respons terhadap peningkatan risiko bencana hidrometeorologi.
Dalam hal ini, bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumut, dan Sumbar.
BACA JUGA: Banjir dan Longsor Sumut Tewaskan 47 Warga, 13 Daerah Terdampak dan 9 Masih Hilang
"Operasi lintas kementerian dan lembaga ini berfungsi sebagai dukungan mitigasi dan penanganan darurat dengan tujuan utama mengurangi potensi curah hujan di kawasan rawan bencana melalui rekayasa pengalihan awan hujan ke wilayah yang lebih aman," kata dia, dikutip Sabtu (29/11).
Muhari menjelaskan OMC di Aceh resmi dimulai pada Jumat (28/11) menggunakan pesawat PK-SNP dari Posko Bandara Sultan Iskandar Muda.
BACA JUGA: 9 Korban Longsor dan Banjir di Agam Masih Dicari,12 Orang Meninggal Dunia
Sedangkan OMC di Sumut dimulai lebih awal pada Kamis (27/11) dari Posko Bandara Kualanamu.
Pihaknya sudah menyelesaikan 4 sortie penerbangan dengan total 3.200 kilogram bahan semai Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO).
BACA JUGA: Evakuasi Banjir Aceh Terkendala Akses Terputus, Listrik Padam, dan Komunikasi Down
Selanjutnya OMC di Sumbar dijadwalkan mulai beroperasi hari ini dengan mengerahkan pesawat PK-DPI dan PK-SNK dari Posko Bandara Internasional Minangkabau.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































