GenPI.co - Wakil Ketua Komisi X DPR MY Esti Wijayati menyoroti kasus siswa SD di NTT yang bunuh diri, diduga karena faktor ekonomi.
Politikus PDIP itu mengatakan peristiwa anak SD tersebut, menjadi peringatan serius bagi negara. Sebab, ada anak SD yang hilang nyawa, karena kesulitan ekonomi.
“Seorang anak SD kehilangan nyawa, bukan karena perang atau bencana, melainkan ketidakmampuan beli alat tulis,” katanya dikutip dari JPNN, Kamis (5/2).
BACA JUGA: Polda Beri Konseling dan Pendampingan Keluarga Anak SD di NTT Bunuh Diri
Dia menilai peristiwa tersebut tidak bisa diterima dalam negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia.
Politikus asal Yogyakarta itu mengingatkan konstitusi menjamin hak pendidikan dan mewajibkan pemerintah membiayai pendidikan dasar.
BACA JUGA: Tragis! Anak SD NTT Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen Turun Tangan
Esti menekankan negara harus mengalokasikan anggaran, minimal 20 persen dari APBN maupun APBD untuk pendidikan.
Dia menilai peristiwa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur, merupakan bukti kegagalan implementasi.
BACA JUGA: 2 Menteri Kabinet Prabowo Respons Insiden Siswa SD di NTT, Dipastikan Jadi Atensi
“Negara harus memastikan sekolah menjadi ruang yang aman untuk anak belajar, bukan tempat yang menimbulkan ketakutan masalah biaya,” tuturnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































