GenPI.co - KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menyebut sebanyak 18 prajurit marinir yang belum ditemukan dalam peristiwa bencana longsor di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat.
Ali mengatakan tim SAR gabungan dan prajurit TNI AL telah mengevakuasi lima jenazah prajurit, hingga Rabu (28/1).
Identitas lima prajurit itu, yakni Serda Marinir Sidiq Hariyanto, Praka Marinir Muhammad Koriq, Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita.
BACA JUGA: 20 Jenazah Korban Longsor Cisarua Teridentifikasi, 18 Masih Diproses
Kemudian, ada Praka Marinir Ari Kurniawan, Pratu Marinir Febry Bramantio. Jasad mereka, diantar ke kampung halaman masing-masing untuk dimakamkan.
Sementara itu, masih ada 18 prajurit lainnya yang masih dalam pencarian tim SAR gabungan. TNI AL telah menerjunkan sedikitnya 200 personel ke lokasi longsor.
BACA JUGA: 19 Prajurit Marinir Hilang dan 4 Lainnya Meninggal, Akibat Longsor di Cisarua
Operasi pencarian didukung teknologi, yakni drone sensor thermal, anjing pelacak, hingga alat berat untuk menyisir material longsor.
Ali juga menyampaikan anak-anak dari para prajurit yang meninggal dunia tersebut, mendapat beasiswa dan bisa masuk TNI.
BACA JUGA: Ahli: Longsor Cisarua Dipicu Geologi dan Alih Fungsi Lahan
“TNI akan memberi beasiswa sampai sarjana, dan kemudahan bergabung menjadi prajurit TNI atau TNI AL, serta pendampingan psikologis,” katanya dikutip dari Antara, Kamis (29/1).
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

















































