GenPI.co - Kepala Bidang Luar Negeri PBSI Bambang Roedyanto buka suara terkait aturan BWF terbaru yang membuat Indonesia Open menjadi 11 hari.
"Dari sisi penyelenggara, pelaksanaan selama 11 hari tentu membutuhkan biaya yang lebih besar. Namun, PBSI melihat ini sebagai investasi jaga panjang menjaga Indonesia Open tetap menjadi salah satu turnamen bergengsi," ujar Bambang dikutip dari Antara, Rabu (11/2).
Bambang menilai aturan baru bertujuan memberikan standar penyelenggaraan yang sejalan dengan regulasi dan visi global BWF, sehingga Indonesia Open tetap memiliki daya saing tinggi di kalender internasional.
BACA JUGA: PBSI Pasang Target Tinggi, Ubed Dibidik Tembus 15 Besar Dunia
Bambang melihat perubahan format memberikan nilai tambah yang signifikan bagi para atlet.
Salah satu poin penting ialah bertambahnya jumlah peserta di sektor tunggal, dari sebelumnya 32 menjadi 48 pemain.
BACA JUGA: Rumah Ketua PBSI Madiun Digeledah KPK, Mercedes dan Pajero Disita
Kebijakan tersebut membuka peluang lebih luas bagi atlet tampil dan bersaing di level tertinggi.
"Dengan sistem setengah kompetisi hingga babak 16 besar, atlet akan menjalani lebih banyak pertandingan. Hal ini tentu menjadi pengalaman berharga meningkatkan kualitas dan mental bertanding," katanya.
BACA JUGA: BWF Umumkan Aturan Baru Mulai 2027, Kalender Bulu Tangkis Makin Padat
Selain itu, aspek kondisi fisik dan pemulihan atlet juga menjadi perhatian utama.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































