GenPI.co - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dikritik sebagai ajang bancakan elite. Hal ini diungkapkan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto.
Tiyo Ardianto mengkritik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pelaksana MBG dikuasai kelompok yang dekat dengan penguasa, termasuk elite partai di daerah.
“Kita harus mulai bicara bahwa MBG bukan Makan Bergizi Gratis. Bergizi saja tidak. Apalagi gratis. Itu uang kita yang dialokasikan serampangan! Untuk apa? Untuk bagi-bagi ke kroninya,” kritik Tiyo, dalam akun Instagram-nya @tiyoardianto_.
BACA JUGA: Legislator PKB Desak Polri Ungkap Dalang Teror Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto
Dia membeberkan 1 unit SPPG bisa menghasilkan sekitar Rp1,8 miliar per tahun.
Artinya, dalam 5 tahun masa Kepresidenan, potensi pemasukan bisa mencapai Rp9 miliar per SPPG.
BACA JUGA: Ketua BEM UGM Tiyo Tak Gentar Dapat Teror, Seusai Protes Pemerintahan Prabowo
“Ketua DPC partai, Pak Presiden, di daerah saya saja, bisa punya 9 SPPG. Itu artinya Rp 45 miliar selama lima tahun tanpa korupsi,” tulis Tiyo.
Tiyo membayangkan apabila program ini dikorupsi, maka keuntungan yang didapatkan oknum-oknum tersebut bisa lebih fanstasis.
BACA JUGA: BEM UGM Surati UNICEF soal Anak SD di NTT Bunuh Diri: Negara Gagal dan Presiden Bodoh
“Bayangkan jika korupsi. Buah yang harusnya 5 butir, jadi 3 butir. Atau ayam yang seharusnya bagian dada, jadi sayap saja. Bisa lebih fantastis,” beber dia.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































