GenPI.co - Inovator teknologi Elon Musk kembali berambisi mengubah industri global. Kali ini dia berencana menempatkan pusat data kecerdasan buatan (AI) di luar angkasa.
Musk ingin menempatkan hingga satu juta satelit di orbit Bumi untuk membentuk pusat data bertenaga surya raksasa.
Hal itu memungkinkan penggunaan AI dan chatbot dalam skala jauh lebih besar tanpa membebani jaringan listrik di Bumi atau memicu lonjakan tagihan energi.
BACA JUGA: Menag Rumuskan Aturan Pembangunan Ponpes dan Madrasah Setelah Insiden Al Khoziny
"AI berbasis ruang angkasa jelas merupakan satu-satunya cara untuk meningkatkan skala. Di luar angkasa selalu cerah," ujar Musk, dilansir AP News, Senin (9/2).
Meski demikian, pakar memperingatkan bahwa proyek ini menghadapi rintangan teknis, finansial, dan lingkungan yang sangat besar.
BACA JUGA: Inflasi Pangan Jadi Tantangan Utama, BI dan Pemprov Jabar Rumuskan Langkah Terukur
Mengoperasikan pusat data di luar angkasa memang bisa mengurangi tekanan pada jaringan listrik dan menekan kebutuhan pusat komputasi di Bumi yang memakan lahan serta air dalam jumlah besar.
Namun, ruang angkasa memiliki tantangan tersendiri.
BACA JUGA: Elon Musk Hadapi Masalah Keuangan, Donald Trump Bakal Beli Tesla
Pusat data menghasilkan suhu sangat tinggi. Meski ruang angkasa dikenal dingin, kondisi hampa udara justru bisa menjebak panas, mirip termos yang menjaga suhu minuman.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































