GenPI.co - Adi Prayitno merespons langkah Wakil Sekjen Partai Demokrat Afriansyah Noor yang menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah, Minggu (8/2).
Pengamat politik itu mengtaakan Afriansyah menyebut pertemuannya itu, sebatas silaturahmi biasa dan hanya kebetulan ingin bertemu Jokowi.
“Pesan tersiratnya secara tidak langsung, sebenarnya politik itu tidak harus kaku,” katanya dikutip dari YouTube miliknya, Selasa (10/2).
BACA JUGA: Amien Rais Sebut Jokowi Tak Punya Watak Kenegarawanan
Dia menyinggung dinamika politik Indonesia yang selalu ada kemungkinan. Kubu yang ada rivalitas pun, bisa menjalin kerja sama di kemudian hari.
“Misalnya, terjadi rivalitas yang tidak berkesudahan antara kubu Pak Jokowi dengan Partai Demokrat,” tuturnya.
BACA JUGA: Golkar Belum Pastikan Sejalan dengan Jokowi, Usung Prabowo-Gibran 2 Periode
Adi mengungkapkan sejarah pada akhir kekuasaan politik, Jokowi mengangkat posisi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, menjadi menteri.
“Sekeras apa pun ketegangan politik antara pihak Jokowi dengan Demokrat, fakta sejarah tidak bisa dibantah. AHY untuk pertama kalinya menjadi menteri di era Pak Jokowi,” ujarnya.
BACA JUGA: Jokowi Berpeluang Usung Gibran Jadi Capres, Lawan Prabowo Subianto
Dia menyampaikan kubu Jokowi, saat ini selalu menggadang-gadang Gibran Rakabuming Raka berpasangan kembali dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2029.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































