GenPI.co - Awalnya saya kada pinandu dengan Kholid Bawazier. Saya agak ragu saat menyalaminya di Jeddah dua minggu lalu. Ia agak berubah –dibanding lebih 10 tahun lalu. Jenggotnya kini jauh lebih panjang. Umurnya memang sudah 68 tahun.
"Saya masih sering ke Surabaya," ujar Kholid yang kelahiran Jalan Sasak, Ampel, Surabaya. Tahun-tahun belakangan Kholid memang sudah lebih banyak di Jeddah. Bisnisnya di Arab Saudi terus berkembang. Yang terakhir bersama kopi Kapal Api bikin pabrik Kopi Kapal Api Wazaran (Disway 13 November 2025: Soedomo Bawazier).
Sebelum itu Kholid sudah punya pabrik Indomie di sana. Banyak. Di Saudi saja punya dua pabrik Indomie. Di Jeddah (sisi barat Saudi) dan di Dammam (sisi timur). Dari Saudi Indomie berkembang ke berbagai negara Arab lainnya.
BACA JUGA: Catatan Dahlan Iskan: Empat Dimensi
Kini pabrik Indomie-nya sudah berdiri di delapan negara lainnya: Mesir, Syria, Lebanon, Yaman, Turkiye, Ethiopia, Sudan, Maroko –lalu meloncat ke Serbia di Eropa.
Perusahaan Kholid di Saudi bernama Wazaran. Itulah sebabnya nama perusahaan baru yang dibangun bersama Soedomo Mergonoto di Jeddah disebut Kapal Api Wazaran.
BACA JUGA: Catatan Dahlan Iskan: Rehabilitasi Ira
"Apa arti Wazaran?" tanya saya.
"Nama lain dari Bawazier," jawabnya.
BACA JUGA: Catatan Harian Dahlan Iskan: Jembatan Merah
Kholid Bawazier memulai bisnis saat tamat SMA. Ibundanya memintanya tidak usah kuliah untuk membantu ayahnya yang sudah tua. Yakni untuk mengelola toko sarung di kampung Arab, Jalan Sasak –dekat pabrik kopi Kapal Api milik ayah Soedomo di Pecinan Surabaya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

















































