GenPI.co - Virus nipah sudah terdeteksi di Indonesia, khususnya pada kelelawar buah sebagai inang alami.
Meski begitu, hingga saat ini belum ditemukan penularan virus nipah pada manusia di Indonesia.
Hal ini disampaikan Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI Prof dr Dominicus Husada.
BACA JUGA: Tips Mencegah Penularan Virus Influenza, Lakukan Olahraga Rutin
“Penular utama adalah kelelawar buah sebagai inang alami. Negara kita termasuk yang punya kelelawar ini dan sudah ditemukan virusnya pada kelelawar, tetapi pada manusia memang belum,” ujar Dominicus, Kamis (29/1).
Dominicus menjelaskan pada penelitian Uji Elisa 2023 di Medan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, dari 50 sampel liur kelelawar buah, sepertiganya memiliki antibodi nipah.
BACA JUGA: Virus Pernapasan Merebak di Musim Hujan, Anak Kecil Paling Mudah Terinfeksi
Dari jumlah 50 sampel tersebut, 2 di antaranya terdapat virus nipah.
Di sisi lain, penelitian pada hewan potong babi di Jakarta, Medan, Sumatra Utara dan Barat, dan Sulawesi Utara tidak ditemukan antibodi nipah.
BACA JUGA: Tips Melindungi Anak dari Penularan Virus HMPV
Hal ini menjadi kabar baik karena pada virus nipah di negara lain, babi sering menjadi perantara penularan ke manusia.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































