GenPI.co - Media sosial dihebohkan dengan video yang memperlihatkan dugaan pergerakan tanah di kawasan Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Video rekaman tersebut sempat memicu kepanikan warga, karena dikira sebagai longsor susulan yang berpotensi membahayakan proses evakuasi korban di Cisarua.
Namun, Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan memastikan fenomena dalam video tersebut bukanlah pergerakan tanah baru atau longsor lanjutan.
BACA JUGA: KSAL Sebut 18 Prajurit Marinir Korban Longsor Cisarua, Masih Dalam Pencarian
“Itu bukan pergerakan tanah secara geologis, melainkan tanah yang sudah jenuh air akibat hujan deras beberapa hari terakhir,” ujar Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian, Jumat (30/1).
Ade menjelaskan kondisi tanah di lokasi longsor di Cisarua memang sangat labil karena air hujan meresap ke lapisan tanah.
BACA JUGA: 20 Jenazah Korban Longsor Cisarua Teridentifikasi, 18 Masih Diproses
Kondisi ini menyebabkan perubahan visual di permukaan yang terlihat seolah-olah tanah bergerak.
“Dari hasil assessment tim safety dan geologi, saat ini belum ditemukan pergerakan tanah yang signifikan. Namun, potensi pergeseran tetap kami waspadai,” beber dia.
BACA JUGA: 19 Prajurit Marinir Hilang dan 4 Lainnya Meninggal, Akibat Longsor di Cisarua
Dia mengungkapkan tim ahli geologi dan keselamatan melakukan pemeriksaan dan menyimpulkan perubahan tersebut lebih bersifat visual, bukan tanda pergerakan tanah aktif yang berbahaya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































