
GenPI.co - Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan dialog menjadi sarana krusial memperkuat persatuan dan kebangsaan.
BNPT dan Komisi III DPR pun menggelar acara bertajuk Dialog Kebangsaan dalam Rangka Memperkuat Persaudaraan untuk Menjaga Bangsa di Gedung Daerah Balai Serindit Gubernuran Riau, Pekanbaru, Rabu (26/3).
“Kami bersama Komisi XIII DPR berkolaborasi dalam rangka mengedukasi dan meliterasi terhadap bahaya paham radikal terorisme di provinsi Riau sehingga ini perlu dilakukan,” ujar Eddy.
BACA JUGA: Komisi XIII DPR Puji Kinerja BNPT, Zero Terrorist Attack
Alumnus Akpol 1990 itu mengatakan Indonesia memiliki sejarah panjang terhadap ancaman terorisme di tiga era, dimulai Orde Lama, Orde Baru, hingga Reformasi.
Menurut dia, salah satu ujian Indonesia ialah ancaman terorisme, yakni pemberontakan DI/TII pada Orde Lama.
BACA JUGA: Wakil Ketua Komisi XIII DPR Apresiasi Kinerja BNPT
“Pada masa Orde Baru muncul kelompok residu dari DI/TII yang melakukan metamorfosis atau membentuk generasi baru dan pencegahannya lebih kepada melalui intelijen approach yang saat itu namanya Bakorstanasda,” kata Eddy.
Menurut dia, ada pengeboman di berbagai daerah, seperti bom malam Natal, Bom Bali I, Bom Bali II dan sebagainya pada era Reformasi ke atas.
BACA JUGA: Dialog Kebangsaan Lintas Agama Wujud BNPT Buktikan Asta Cita Prabowo
“Saat itu pemerintah seperti kaget sehingga muncul Desk Terorisme di bawah Menko Polkam. Hingga akhirnya dilakukan operasi penegakan hukum hingga saat ini,” jelas Eddy.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News