GenPI.co - Vaksin flu yang ada masih efektif mengurangi risiko influenza A(H3N2) subclade K atau superflu.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Widyawati mengatakan situasi epidemiologi saat ini subklade K tidak menunjukkan peningkatan keparahan dibandingkan dengan klade atau subklade lain.
"Gejala umumnya seperti flu musiman, yaitu demam, batuk, pilek, sakit kepala, nyeri tenggorokan," kata dia, Kamis (1/1).
BACA JUGA: Kasus Flu di Inggris Meningkat Tajam, Pejabat Kesehatan Imbau Vaksinasi Segera
Widyawati menjelaskan di Indonesia varian dominan influenza A (H3), tetapi tren kasusnya menurun dalam 2 bulan terakhir.
"Setelah dilakukan Whole Genome Sequencing (WGS) ini yang selesai pada 25 Desember lalu, diketahui bahwa subklade K terdeteksi sejak Agustus 2025 dari laporan 88 sentinel Influenza-Like Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di seluruh Indonesia," papar dia.
BACA JUGA: Inggris Keluarkan Peringatan Musim Flu Terburuk, Warga Didorong Segera Vaksinasi
Dia menyebut Kemenkes mencatat total ada 62 kasus di 8 provinsi. Kasus ini terbanyak ada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Di sisi lain, influenza A (H3) ada pada perempuan, yakni sebanyak 64 persen pada usia 1-10 tahun 35 persen.
BACA JUGA: Cegah Pilek dan Flu dengan Konsumsi Suplemen Vitamin C
Dia membeberkan dari hasil pemeriksaan 843 spesimen positif influenza dilakukan genome seqencing pada 348 sampel.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































