GenPI.co - Kembalinya Donald Trump ke tampuk kekuasaan telah memicu urgensi baru bagi Uni Eropa untuk segera memperkuat kedaulatan digital.
Dilansir AFP, Rabu (11/2), meningkatnya manuver politik dan ekonomi Presiden Trump turut mengubah peta kecemasan Uni Eropa.
Jika sebelumnya ambisi blok ini untuk mengurangi ketergantungan ekonomi hanya tertuju pada China, kini mata Uni Eropa mulai melirik tajam ke arah teknologi Amerika Serikat.
BACA JUGA: Setahun Berkuasa, Trump Menghancurkan Tatanan Dunia
Ancaman perdagangan dan wacana kontroversial Trump terkait Greenland telah memicu kekhawatiran besar bagi Uni Eropa.
Trump dinilai bisa saja menjerumuskan Eropa ke dalam "kegelapan digital".
BACA JUGA: Gabung DP Gaza Bentukan Trump, Indonesia Diintai Risiko Anggaran Besar
Sejak Trump menarik dukungannya terhadap isu Greenland, para pejabat tinggi Uni Eropa kian gencar memperingatkan bahwa mereka sangat rentan terhadap guncangan geopolitik.
Pilihan yang tersisa hanya satu, yaitu mengejar kemandirian strategis di bidang pertahanan, energi, dan teknologi.
BACA JUGA: Trump Incar Greenland, NATO Terjebak di Posisi Sulit
Ketergantungan ini memang nyata. Laporan Uni Eropa pada 2023 menunjukkan bahwa 27 negara anggotanya masih bergantung pada pihak asing untuk lebih dari 80 persen produk digital, layanan infrastruktur, dan kekayaan intelektual.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































