GenPI.co - Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) tidak mengakui pemilihan umum (pemilu) di Myanmar.
Pemilu tersebut merupakan yang pertama sejak militer mengambil alih kekuasaan pada 2021.
Penolakan ASEAN terhadap pemilu di Myanmar menjadi hambatan bagi junta yang berusaha diakui komunitas internasional.
BACA JUGA: Erick Thohir Pastikan Indonesia Bangun Fasilitas Latihan Atlet Terbaik di ASEAN
Sejak kudeta terhadap pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi pada 2021, ASEAN memang menolak mengakui pemerintahan yang dikuasai militer tersebut.
Kudeta itu telah menyeret Myanmar ke dalam konflik bersenjata berkepanjangan dan mematikan.
BACA JUGA: 4 Wakil ASEAN Cetak Sejarah di Australia Open 2026, Ada Janice Tjen
"ASEAN belum mendukung tiga fase pemilu yang telah dilaksanakan," ujar Lazaro, dilansir AP News, Jumat (30/1).
Namun, Lazaro tidak menjelaskan apakah sikap blok regional itu bisa berubah di masa mendatang.
BACA JUGA: ASEAN Dorong Perdamaian, Konflik Thailand dan Kamboja Justru Memanas
Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mengatakan politik di Myanmar membutuhkan dialog yang inklusif dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































