GenPI.co - Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menilai Pilkada melalui DPRD tidak bisa menyelesaikan politik uang dan biaya tinggi.
Jamiluddin mengatakan kandidat bisa mengggunakan uang, supaya bisa terpilih dalam kontestasi Pilkada melalui DPRD.
“Politik uang tetap berpeluang terjadi pada Pilkada melalui DPRD,” katanya dikutip dari JPNN, Selasa (6/1).
BACA JUGA: Pilkada Melalui DPRD Disebut Mengkhianati Cita-cita Reformasi
Dia menilai politik uang bisa hilang, ketika sesama peserta pilkada mengharamkan praktik itu dalam komtestasi.
“Pemilih tidak lagi diiming-imingi uang supaya memilihnya. Pemilih akan beralih memilih karena amanah dan kapasitas,” ujarnya.
BACA JUGA: Demokrat Loyal Pada Prabowo Subianto, Meski Belum Bersikap Soal Pilkada
Jamiluddin menyampaikan biaya tinggi penyelenggaraan Pilkada juga tetap terjadi, saat pemilihan kepala daerah melalui DPRD.
Dia menyebut penyebab tingginya biasa Pilkada, karena partai politik mengenakan mahar kepada kandidatnya.
BACA JUGA: Partai Buruh Tolak Pilkada Melalui DPRD, Risiko Politik Uang Lebih Tinggi
Jamiluddin mengungkapkan mahar terhadap kandidat, juga bisa lebih besar ketika Pilkada melalui DPRD.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































