GenPI.co - Penangkapan seorang taipan Kamboja oleh otoritas internasional membuka sedikit celah dalam dinding tebal industri penipuan daring yang telah meraup miliaran dolar.
Otoritas Amerika Serikat dan Inggris menyebut Chen Zhi sebagai pemimpin perusahaan kriminal transnasional yang mengeksploitasi pekerja korban perdagangan manusia serta menipu ribuan korban lintas negara.
Dilansir AP News, Selasa (13/1), bagi para korban, penipuan ini bermula dari hal yang tampak sepele.
BACA JUGA: Negosiasi Perbatasan Mandek, Thailand Minta Kamboja Umumkan Gencatan Senjata
Sebuah pesan singkat yang menawarkan pekerjaan paruh waktu atau menanyakan ketersediaan di akhir pekan.
Namun, di balik pesan tersebut terdapat pekerja di belahan dunia lain, seseorang yang dipaksa bekerja 12-16 jam sehari, mengirim pesan demi pesan hingga ada yang terpancing untuk membalas.
BACA JUGA: Konflik Belum Usai, Kamboja Tuduh Thailand Caplok Desa Perbatasan
Dampak kemanusiaannya sangat besar. Ratusan ribu orang dipaksa bekerja dalam jaringan penipuan yang secara sistematis merampas uang para korban.
Bahkan, ketika seorang tokoh besar seperti Chen Zhi berhasil ditangkap, membongkar industri ini sepenuhnya tetap menjadi tugas yang sangat sulit.
BACA JUGA: Thailand Bombardir Kota Kasino Kamboja, ASEAN dan China Dorong Perdamaian
Akar dari pusat-pusat penipuan ini bisa ditelusuri ke industri kasino, baik fisik maupun daring, yang berkembang pesat di Asia Tenggara selama satu dekade terakhir.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































