GenPI.co - Presiden Prabowo Subianto menyatakan praktik mark-up anggaran, seperti pencurian di siang hari yang merugikan negara dan rakyat.
“Malu kita dengan bangsa lain, malu dengan rakyat. Mark up itu mencuri di siang bolong,” katanya di sela peresmian RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1).
Ketua Umum Partai Gerindra itu mengaku prihatian terhadap praktik mark up anggaran dan penipuan, yang masih ada.
BACA JUGA: Menkeu Purbaya Ungkap Prabowo Setuju TKD Aceh Tak Dipotong, Demi Pemulihan
Dia berpendapat perkembangan teknologi, membuat tindakan tersebut semaki mudah terungkap.
“Kalau ada pejabat yang ingin menjalankan praktik lama, saya kira keliru. Saya tidak tahu sudah berapa direksi Pertamina masuk penjara,” ujarnya.
BACA JUGA: Amien Rais Ungkap Rezim Prabowo Bisa Menangkap Orang Kritik Presiden
Prabowo menyatakan negara butuh manajemen terbaik, yang langcar mengelola perusahaan dengan profesional dan tanggung jawab.
Sebelumnya, Prabowo meresmikan Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) di Refinery Unit (RU) V Balikpapan, Kalimantan Timur.
BACA JUGA: Amien Rais Soroti KUHP Baru, Prabowo Disebut Bisa Berubah Jadi Autokrat
Proyek tersebut, menjadi kilang minyak terbesar di Indonesia. Peresmian RDMP, sebelumnya dilakukan pada 1994 atau 32 tahun silam.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































