GenPI.co - Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh menyebut sejumlah desa dan dusun hilang, akibat bencana banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025 lalu.
Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh Murthalamuddin mengatakan temuan itu, berdasar laporan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh.
“Banyak permukiman lenyap, karena terseret banjir dan longsong. Jadi, tidak bisa lagi dihuni,” katanya dikutip dari Antara, Rabu (7/1).
BACA JUGA: 2.756 Sekolah Aceh Terdampak Bencana, 18 Belajar di Tenda di Hari Pertama
Dari data mengungkapkan desa dan dusun yang terdampak bencana longsor serta banjir, tersebar di tujuh kabupaten.
Kabupaten tersebut, yakni Aceh Tamiang, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Pidie Jaya.
BACA JUGA: Wisata Sungai Lokop Jadi Lapangan Pasir, Akibat Banjir di Aceh Timur
Murthala menyampaikan bencana tersebut, menyebabkan pemerintah desa di daerah terdampak, tak bisa menjalankan aktivitas pemerintahan dengan normal.
Sebab, semua perangkat desa juga ikut mengungsi bersama warga. Pendataan juga masih berlangsung, untuk menyiapkan langkah penanganan.
BACA JUGA: PLN Dukung Huntara Aceh Tamiang, Listrik Aman dan Andal Siap Digunakan
“Pendataan lanjutan, untuk rencana pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga yang kehilangan rumah,” ucapnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































