GenPI.co - Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menilai Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih memiliki keinginan mencaplok Greenland.
Ambisi Trump terhadap Greenland telah memicu keretakan hubungan antara AS dengan Eropa.
Trump telah menarik kembali ancamannya setelah mengumumkan tercapainya sebuah kerangka kerja bersama Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.
BACA JUGA: Kebijakan Donald Trump Bikin Denmark Pertimbangkan Boikot Piala Dunia 2026
Meski demikian, hubungan kedua pihak disebut masih tetap tegang.
"Semua orang bertanya, apakah menurut kami ini sudah berakhir? Jawabannya tidak. Kami tidak berpikir ini sudah berakhir," kata Frederiksen, dilansir AFP, Minggu (15/2).
BACA JUGA: Gabung DP Gaza Bentukan Trump, Indonesia Diintai Risiko Anggaran Besar
Trump bersikeras bahwa Greenland yang kaya cadangan mineral memiliki peran vital bagi keamanan AS dan NATO.
Posisi strategis pulau ini dianggap krusial untuk membendung pengaruh Rusia dan China di wilayah Arktik yang kini mulai terbuka akibat perubahan iklim.
BACA JUGA: Ketegangan Amerika Serikat dan Iran Belum Reda, Trump Enggan Tempuh Opsi Militer
Frederiksen menilai tekanan yang dialami penduduk Greenland sebagai sesuatu yang tidak bisa diterima.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































