GenPI.co - Anggota Komisi X DPR Andi Muawiyah Ramly menyoroti peristiwa viral seorang guru dikeroyok beberapa murid.
Pria yang akrab disapa Amure tersebut menilai kejadian itu, sama sekali tidak mencerminkan akhlak pendidikan yang baik.
“Itu tidak memperlihatkan empati, akhlak, dan solidaritas yang seharusnya ada di dunia pendidikan kita,” katanya dikutip dari JPNN, Jumat (16/1).
BACA JUGA: Baleg DPR Pastikan MoU Helsinki Tetap Jadi Inspirasi di RUU Aceh
Anak buah Cak Imin di PKB itu menilai sekolah, seharusnya menjadi tempat aman dalam membangun karakter.
Dia menuturkan sekolah bukan arena pelampiasan emosi atau konflik, yang ujungnya kekerasan antara guru dan murid.
BACA JUGA: DPRD Desak PT Timah Tbk Setop Tambang di Kompleks Pemda Bangka Tengah
Menurut Amure, peristiwa tersebut menjadi peringatan keras untuk semua, bahwa negara jangan hanya mengejar akademik di sektor pendidikan.
“Pembangunan karakter, kecerdasan emosional, dan etika digital, harus serius. Kalau ruang kelas hilang nilai kemanusiaan, yang diwariskan hanya kegagalan,” ujarnya.
BACA JUGA: DPRD Tak Diberi Laporan Ide Sekolah Maung Dedi Mulyadi, Baru Diketahui di Medsos
Dia juga menyinggung terkait etika pemakaian gadget dan media sosial pada peristiwa tersebut.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































