GenPI.co - Anggota Komisi X DPR Bonnie Triyana menyebut pelaporan terhadap Pandji Pragiwaksono, menjadi ancaman serius terhadap ekosistem kebudayaan.
Komika Pandji Pragiwaksono diketahui dilaporkan ke polisi atas materi stand-up comedy “Mens Rea” oleh sejumlah pihak.
Bonnie mengatakan seni, termasuk komedi, bukan sekadar hiburan. Tetapi, bisa menjadi alat kritik dan menyampaikan suara rakyat, yang sering tak didengar negara.
BACA JUGA: Pandji Dilaporkan ke Polisi, PBNU dan Muhammadiyah: Bukan Sikap Organisasi
“Kalau seniman takut bersuara, rakyat kehilangan suara. Negara tak boleh menghukum imajinasi. Sebab, seni adalah nafas demokrasi,” katanya dikutip dari Antara, Sabtu (10/1).
Politikus PDIP itu mengungkapkan dalam sejarah Indonesia, menunjukkan seniman berada di garis depan menyuarakan kebenaran.
BACA JUGA: Pandji Dilaporkan Ormas Muda NU–Muhammadiyah, Terancam Pasal Penistaan Agama
Dia menyebut ada seniman Teguh Slamet Rahardjo yang mengkritik Orde Baru. Kemudian, juga ada Butet Kartaredjasa.
Bonny menyampaikan ada juga sosok Raja Humor Betawi Benyamin Sueb melalui karakter “wong cilik” menyindir orang kaya yang serakah.
BACA JUGA: Pandji Kritik Gibran di Stand Up, Mahfud MD Pasang Badan: Bukan Pidana
Kemudian, ada Warkop DKI yang menyisipkan kritik terhadap pejabat atau birokrat yang sok kuasa, korup, dan tidak kompeten.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































