GenPI.co - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut sejumlah BUMN belum bayar utang ke Provinsi Jabar melalui BUMD Bank Jabar Banten (BJB).
Dedi Mulyadi mengatakan jumlah utang yang belum dibayar, mencapai lebih dari Rp 3,6 triliun. Kondisi tersebut, memberi beban berat bagi pembangunan Jawa Barat.
Sebab, dana daerah yang seharusnya berputar untuk kepentingan publik, justru tertahan di sejumlah perusahaan pelat merah itu.
BACA JUGA: DPRD Tak Diberi Laporan Ide Sekolah Maung Dedi Mulyadi, Baru Diketahui di Medsos
“Itu beban Pak. Pemprov Jawa Barat sudah nggak punya duit, dipinjam,” katanya dikutip dari Antara, Jumat (23/1).
Politikus Partai Gerindra itu mengungkap ada sembilan piutang dari sejumlah entitas BUMN dan anak usahanya, yang punya kewajiban bayar utang ke Pemprov Jabar.
BACA JUGA: Tak Akan Lunasi Proyek Berkualitas Buruk, Dedi Mulyadi Diminta Patuhi Kesepakatan
Rinciannya, PT Kimia Farma Rp 950 miliar lebih, PT Wijaya Karya Rp 511 miliar, PT Wijaya Karya Rp 278 miliar.
PT Rajawali Nusindo Rp 403 miliar lebih, PT PP Semarang Demak Rp 239 miliar, PT Phapros Rp 98 miliar lebih.
BACA JUGA: Dedi Mulyadi Pastikan Pemprov Jawa Barat Tak Akan Lunasi Proyek Kualitas Buruk
Kemudian, ada PT Waskita Karta Rp 91 miliar lebih, dan PT Barata Indonesia Rp 89 miliar lebih.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































