GenPI.co - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan tetap menindak kendaraan over dimension over loading (ODOL), meski kebijakannya dievaluasi Kemendagri.
Dedi Mulyadi mengatakan penindakan terhadap truk bermuatan lebih, termasuk angkutan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) adalah harga mati.
“Kami terus dong. Sebab, infrastruktur Jawa Barat sudah bagus. Masa, mau dilalui ODOL terus. Capek bangun jalan,” katanya dikutip dari Antara, Sabtu (24/1).
BACA JUGA: Dedi Mulyadi Ungkap 9 BUMN Belum Bayar Utang ke Jabar, Totalnya Rp 3,6 Triliun
Sebelumnya, Kemendagri melalui Analis Kebijakan Ahli Muda Syahid Amels menyebut SE Gubernur Jabar soal operasional AMDK bisa dievaluasi.
Dedi Mulyadi yang menanggapi hal itu pun menantang balik. Dia mempersilakan pemerintah pusat mengevaluasi aturannya.
BACA JUGA: DPRD Tak Diberi Laporan Ide Sekolah Maung Dedi Mulyadi, Baru Diketahui di Medsos
Politikus Partai Gerindra itu tak masalah, asalkan Kemendagri menyiapkan anggaran tambahan untuk perbaikan jalan di Jawa Barat.
“Kalau mau menyiapkan anggaran tambahan untuk jalan, tidak masalah. Tetapi, faktanya (dana transfer ke daerah) kami dikurangi,” ujarnya.
BACA JUGA: Tak Akan Lunasi Proyek Berkualitas Buruk, Dedi Mulyadi Diminta Patuhi Kesepakatan
Isu mengenai kendaraan ODOL di Jawa Barat, menjadi simalakama antara kelancaran logistik nasional dan ketahanan infrastruktur daerah.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News


















































